YATU RAHARJA – Setelah sukses memetakan masalah kesehatan pada fase terdahulu, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Cenderawasih (FKM Uncen) kembali ke Kampung Yaturaharja (Arso X), Distrik Arso Barat, Kabupaten Keerom. Kehadiran mereka kali ini adalah untuk melaksanakan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) dalam rangka Praktik Belajar Lapangan (PBL) II.
Berbeda dengan PBL I yang fokus pada pengumpulan data dan diagnosis masalah, MMD PBL II ini menjadi panggung eksekusi program intervensi dan evaluasi hasil kerja nyata yang telah disepakati bersama warga.
Dari Data Menjadi Aksi Nyata
Forum MMD PBL II yang digelar di Balai Kampung Yaturaharja ini dihadiri oleh Kepala Kampung Bapak Imbang Warsiman, jajaran kader Posyandu, tokoh masyarakat, serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) FKM Uncen.
Dalam musyawarah ini, mahasiswa bersama warga mengevaluasi dan meresmikan beberapa program intervensi fisik dan non-fisik yang langsung menyasar akar masalah di kampung, antara lain:
- Revitalisasi Sanitasi Lingkungan: Pengadaan tong sampah terpilah di fasilitas umum kampung serta sosialisasi sistem pengelolaan limbah rumah tangga.
- Gerakan Cegah Stunting (Genting): Pelatihan pengolahan makanan bergizi (MP-ASI) berbasis pangan lokal bagi ibu menyusui dan kader Posyandu.
- Optimalisasi PHBS Sekolah: Edukasi interaktif mengenai cuci tangan pakai sabun (CTPS) dan kesehatan gigi bagi anak-anak di sekolah dasar setempat.
Keberlanjutan Program Jadi Kunci Utama
Kepala Kampung Yaturaharja menyambut baik eksekusi program yang dinilai tepat sasaran ini. Beliau menekankan bahwa sarana fisik dan pengetahuan yang telah dibagikan oleh mahasiswa FKM Uncen harus dijaga bersama oleh warga agar dampaknya terasa dalam jangka panjang.
Dosen Pembimbing Lapangan FKM Uncen juga menjelaskan bahwa esensi dari PBL II adalah empowerment (pemberdayaan). Mahasiswa hadir sebagai stimulator, namun motor penggerak utamanya tetap berada di tangan kader kesehatan kampung yang telah dilatih selama program berlangsung.
Penutupan yang Berkesan
Acara MMD PBL II ini ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama antara pihak FKM Uncen dan Pemerintah Kampung Yaturaharja untuk terus mengawal status kesehatan masyarakat. Melalui PBL II ini, mahasiswa tidak hanya menyelesaikan tugas akademis, tetapi telah meninggalkan jejak perubahan yang nyata bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di Arso Barat.