Kampung Yaturaharja, [Kamis 29 2026] – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) menggelar program pendidikan bertema pencegahan bahaya sosial dan lingkungan di tiga jenjang sekolah dasar hingga menengah atas di Kampung Yaturaharja. Kegiatan ini bertujuan membekali generasi muda dengan pengetahuan praktis untuk menghadapi tantangan sehari-hari.
Program yang digelar selama setengah hari ini menyasar Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Tsanawiyah (MTS), dan Sekolah Dasar (SD) setempat. Setiap jenjang disesuaikan dengan materi relevan sesuai usia siswa, melibatkan peserta dari berbagai sekolah di kampung yaturaharja. Mahasiswa KKN USTJ, yang terdiri dari 23 orang dari berbagai fakultas, memimpin sesi interaktif dengan metode ceramah, diskusi kelompok, dan simulasi.
Materi Khusus untuk Jenjang SMA: Bahaya Narkoba
Untuk siswa SMA, fokus utama adalah edukasi tentang bahaya narkoba. Materi mencakup jenis-jenis narkotika, efek jangka pendek dan panjang terhadap kesehatan fisik serta mental, serta dampak sosial seperti kecanduan dan masalah hukum.
Literasi Media Sosial untuk Siswa MTS
Siswa MTS mendapatkan pelatihan literasi media sosial. Topik meliputi cara mengenali hoaks, etika berposting, privasi online, dan dampak cyberbullying. Mahasiswa menyajikan contoh kasus viral di TikTok dan Instagram, serta tips verifikasi informasi melalui situs resmi seperti Turn Back Hoax.
"Media sosial seperti pisau bermata dua; bisa mendidik atau merusak jika tak bijak," jelas Diva, salah satu fasilitator.
Edukasi Sampah dan Kebersihan di SD
Bagi anak SD, program menekankan pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan. Anak-anak diajari 3R (Reduce, Reuse, Recycle), cara memilah sampah organik dan anorganik, serta pentingnya mencuci tangan.
"Kami ingin menanamkan kebiasaan bersih sejak dini agar Kampung Yaturaharja jadi desa sadar lingkungan," ujar Fhoice, anggota tim KKN.
Kepala Kampung Yaturaharja, Bapak Imbang Warsiman, menyambut baik inisiatif ini. "Program KKN USTJ sangat bermanfaat, membawa ilmu segar ke anak-anak kami. Semoga bisa dilanjutkan," Ujarnya.